Dari Layering ke Displacement: Pergeseran Mekanisme Perubahan Institusional dalam Erosi Supremasi Sipil atas Militer Indonesia, 2010–2025
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kajian hubungan sipil–militer kerap mengenali pelemahan supremasi sipil melalui pelanggaran konstitusional yang terbuka. Cara baca tersebut kurang memadai ketika batas peran militer bergeser melalui perubahan hukum yang bertahap dan memperoleh otorisasi dari lembaga sipil. Artikel ini menjelaskan mekanisme perubahan institusional dalam hubungan sipil–militer Indonesia pada 2010–2025 serta cara pergeseran kewenangan itu dikenali dan dipersoalkan oleh aktor publik. Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif dengan process tracing terhadap empat episode kebijakan: Minimum Essential Force tahap I, Peraturan Presiden Nomor 137 Tahun 2024, Peraturan Presiden Nomor 148 Tahun 2024, dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI beserta pengujian formilnya. Dokumen hukum, kajian terdahulu, pernyataan organisasi masyarakat sipil, dan pemberitaan dianalisis menggunakan tipologi perubahan institusional bertahap Mahoney dan Thelen. Hasil analisis menunjukkan bahwa episode-episode tersebut tidak membentuk lompatan tunggal dari layering menuju displacement. Perubahan berlangsung melalui mekanisme yang berbeda pada objek pengaturan yang berbeda: pembaruan kapasitas pertahanan, penataan organisasi, dan perluasan cakupan penempatan prajurit aktif. Respons publik terdokumentasi terutama ketika konsekuensi perubahan dapat dirumuskan sebagai persoalan fungsi pemerintahan, status personel, atau keterbukaan legislasi. Artikel ini mengembangkan konsep keterbacaan institusional untuk menjelaskan bagaimana perubahan pengaturan dikenali sebagai pergeseran distribusi kewenangan. Temuan mengarahkan perhatian pada hubungan antara otorisasi sipil dan kualitas pembatasan kelembagaan. Dengan demikian, pelemahan supremasi sipil lebih tepat dianalisis sebagai proses penataan kewenangan yang memperoleh dasar hukum dan perlu diuji melalui pelaksanaan serta mekanisme pertanggungjawabannya.
Rincian Artikel
Bagian
Cara Mengutip
Referensi
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027.
Brooks, R. A. (2019). Integrating the civil–military relations subfield. Annual Review of Political Science, 22, 379–398. https://doi.org/10.1146/annurev-polisci-060518-025407.
Collier, D. (2011). Understanding process tracing. PS: Political Science & Politics, 44(4), 823–830. https://doi.org/10.1017/S1049096511001429.
Croissant, A., Kuehn, D., Lorenz, P., & Chambers, P. W. (2013). Democratization and civilian control in Asia. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/9781137319272.
Fathoni, Y. N., Ahmad, A. D., Rushufah, R. R., Sipayung, J. B., & Indrawan, J. (2025). Analisis implikasi pengesahan RUU TNI dalam sinergi sipil-militer dan konsolidasi demokrasi di Indonesia. Global Komunika: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 8(1), 3–15. https://doi.org/10.33822/gk.v8i1.10919.
Feaver, P. D. (1999). Civil-military relations. Annual Review of Political Science, 2, 211–241. https://doi.org/10.1146/annurev.polisci.2.1.211.
Gunawan, A. B. (2017). Kontrol sipil atas militer dan kebijakan pertahanan di Indonesia pasca Orde Baru. Jurnal Politik, 2(2), 197–230. https://doi.org/10.7454/jp.v2i2.1115.
Gunawan, A. B. (2024). Explaining civilian control of militarisation in Indonesia: The case of military law amendment. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 28(1), 35–54. https://doi.org/10.22146/jsp.96894.
Honna, J. (2003). Military politics and democratization in Indonesia. RoutledgeCurzon.
Huntington, S. P. (1957). The soldier and the state: The theory and politics of civil–military relations. Belknap Press of Harvard University Press.
Kohn, R. H. (1997). How democracies control the military. Journal of Democracy, 8(4), 140–153. https://www.journalofdemocracy.org/articles/how-democracies-control-the-military/.
Kuehn, D., & Croissant, A. (2023). Routes to reform: Civil-military relations and democracy in the third wave. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780198803362.001.0001.
Levy, Y. (2016). What is controlled by civilian control of the military? Control of the military vs. control of militarization. Armed Forces & Society, 42(1), 75–98. https://doi.org/10.1177/0095327X14567918.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2025). Putusan Nomor 81/PUU-XXIII/2025. https://s.mkri.id/public/content/persidangan/putusan/putusan_mkri_13171_1758096908.pdf.
Mahoney, J., & Thelen, K. (2010). A theory of gradual institutional change. In J. Mahoney & K. Thelen (Eds.), Explaining institutional change: Ambiguity, agency, and power (pp. 1–37). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511806414.003.
Mengko, D. M., & Rosadi, A. F. (2025). Non-institutionalised civilian control and military operations other than war in Indonesia. In M. Haripin, A. Priamarizki, & L. C. Sebastian (Eds.), Military modernisation and civil-military relations in Indonesia (pp. 49–68). Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-981-96-9160-9_4.
Mietzner, M. (2009). Military politics, Islam, and the state in Indonesia: From turbulent transition to democratic consolidation. Institute of Southeast Asian Studies.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2024 tentang Penasihat Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden, dan Staf Khusus Wakil Presiden. (2024). https://peraturan.go.id/files/perpres-no-137-tahun-2024.pdf.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 148 Tahun 2024 tentang Kementerian Sekretariat Negara. (2024). https://peraturan.go.id/files/perpres-no-148-tahun-2024.pdf.
Salsabil, H. H., & Nasihuddin, A. A. (2025). Politik hukum penempatan TNI aktif dalam jabatan sipil: Antara kepentingan negara dan supremasi sipil. PROGRESIF: Jurnal Hukum, 19(1), 43–69. https://doi.org/10.33019/sf1gaf24.
Scheppele, K. L. (2018). Autocratic legalism. The University of Chicago Law Review, 85(2), 545–583. https://chicagounbound.uchicago.edu/uclrev/vol85/iss2/2/.
Schiff, R. L. (1995). Civil-military relations reconsidered: A theory of concordance. Armed Forces & Society, 22(1), 7–24. https://doi.org/10.1177/0095327X9502200101.
Stepan, A. (1988). Rethinking military politics: Brazil and the Southern Cone. Princeton University Press.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. (2025).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. (2004). https://peraturan.bpk.go.id/Download/30510/UU%20Nomor%2034%20Tahun%202004.pdf.