Kontestasi Klaim Partisipasi Publik dalam Proses Legislasi di Indonesia: Analisis Wacana Kritis atas Risalah Persidangan Undang-Undang TNI Tahun 2025

Isi Artikel Utama

Faustina Rosalia

Abstrak

Artikel ini mengkaji bagaimana para pihak membangun dan memperdebatkan klaim pemenuhan partisipasi publik serta bagaimana hakim menilainya dalam pengujian formil Undang-Undang TNI Tahun 2025. Kajian menggunakan desain studi kasus interpretatif dengan analisis wacana kritis terhadap risalah persidangan, pemberitaan kelembagaan, dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 81/PUU-XXIII/2025. Analisis menghubungkan ciri kebahasaan, sumber legitimasi, dan representasi masalah, sekaligus membedakan argumentasi para pihak dari pertimbangan hakim. Temuan menunjukkan bahwa pemerintah mendasarkan klaim pemenuhan pada konsultasi terdahulu dan ketersediaan saluran masukan, sedangkan sanggahan menyoroti kesulitan mengakses bahan legislasi. Dalam keterangan ahli yang diajukan Presiden, teridentifikasi lima operasi argumentatif: menetapkan publik yang diperhitungkan, menekankan inisiatif publik, membatasi tuntutan konsultasi, mengarahkan perdebatan pada standar pengujian, dan menjustifikasi keluwesan prosedur. Operasi tersebut menghubungkan pengalaman partisipasi dengan ukuran kecukupan hukum serta konsekuensi kekurangan prosedural. Mayoritas hakim menilai kegiatan konsultasi dan publikasi bahan memadai, sementara pendapat berbeda menekankan bahwa ketersediaan informasi belum menjamin kemudahan akses. Penolakan permohonan juga tidak menunjukkan penerimaan seluruh argumentasi ahli karena pertimbangan hakim mempertahankan standar pengujian yang dipersoalkan dalam sebagian keterangan. Artikel ini berkontribusi dengan menjelaskan bagaimana standar partisipasi ditafsirkan menjadi dasar klaim kepatuhan dan bagaimana pengadilan menilai hubungan antara klaim, bukti, serta akibat hukumnya. Temuan menghasilkan proposisi bahwa kecukupan partisipasi dalam sengketa legislasi terbentuk melalui kontestasi ukuran dan pembuktian pemenuhannya. Cakupan penjelasan terbatas pada argumentasi yang terdokumentasi dalam satu perkara, tanpa menetapkan hubungan kausal antara pilihan bahasa dan hasil putusan.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Kontestasi Klaim Partisipasi Publik dalam Proses Legislasi di Indonesia: Analisis Wacana Kritis atas Risalah Persidangan Undang-Undang TNI Tahun 2025. (2026). Relectio : Journal of Critical Governance and Legal Reform, 1(1), 1-16. https://journal.binaba.id/index.php/jhb/article/view/5

Referensi

Bacchi, C. (2009). Analysing policy: What’s the problem represented to be? Pearson Education.

Black, J. (2008). Constructing and contesting legitimacy and accountability in polycentric regulatory regimes. Regulation & Governance, 2(2), 137–164. https://doi.org/10.1111/j.1748-5991.2008.00034.x

Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x

Cooke, B., & Kothari, U. (Eds.). (2001). Participation: The new tyranny? Zed Books.

Cornwall, A. (2008). Unpacking ‘participation’: Models, meanings and practices. Community Development Journal, 43(3), 269–283. https://doi.org/10.1093/cdj/bsn010

Dahl, R. A. (1971). Polyarchy: Participation and opposition. Yale University Press.

Doctors for Life International v Speaker of the National Assembly and Others (CCT12/05) [2006] ZACC 11; 2006 (6) SA 416 (CC) (17 August 2006). https://www.saflii.org/za/cases/ZACC/2006/11.html

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.

Fairclough, N. (2003). Analysing discourse: Textual analysis for social research. Routledge.

George, A. L., & Bennett, A. (2005). Case studies and theory development in the social sciences. MIT Press.

Greenpeace Indonesia. (2026, 21 September). Kabar buruk dari Papua: PTUN Jayapura menolak gugatan jalan 135 km yang membelah hutan adat [Pernyataan pers oleh Tim Advokasi Solidaritas Merauke]. https://www.greenpeace.org/indonesia/siaran-pers/67882/kabar-buruk-dari-papua-ptun-jayapura-menolak-gugatan-jalan-135-km-yang-membelah-hutan-adat/

Ito, T., Rachman, N. F., & Savitri, L. A. (2014). Power to make land dispossession acceptable: A policy discourse analysis of the Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE), Papua, Indonesia. The Journal of Peasant Studies, 41(1), 29–50. https://doi.org/10.1080/03066150.2013.873029

Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia. (t.t.). Submission of information to the Special Procedures. https://spsubmission.ohchr.org/en

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2024, 31 Desember). Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 131 Tahun 2024. https://jdih.kemenkeu.go.id/api/download/ad276b82-94bd-4197-b409-af33e2842cd6/2024pmkeuangan131.pdf

Kurdi, Mazjah, R. M. I., & Dadek, T. A. (2025). Meaningful participation in lawmaking: A case study of the 2025 TNI Law amendment. Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 25(1), 187–201. https://doi.org/10.24252/al-risalah.v25i1.56574

Landau, D. (2013). Abusive constitutionalism. UC Davis Law Review, 47(1), 189–260.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2021, 25 November). Putusan Nomor 91/PUU-XVIII/2020. https://www.mkri.id/public/content/persidangan/putusan/putusan_mkri_8240_1637822490.pdf

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2025a, 23 Juni). Pemerintah dan DPR sebut penyusunan UU TNI telah melibatkan partisipasi publik. https://www.mkri.id/berita/pemerintah-dan-dpr-sebut-penyusunan-uu-tni-telah-melibatkan-partisipasi-publik-23398

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2025b, 7 Juli). Pengembangan tes partisipasi bermakna pembentukan UU TNI. https://www.mkri.id/berita/pengembangan-tes-partisipasi-bermakna-pembentukan-uu-tni-23462

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2025c, 17 September). Putusan Nomor 81/PUU-XXIII/2025. https://s.mkri.id/public/content/persidangan/putusan/putusan_mkri_13171_1758096908.pdf

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2025d, 28 Juli). Risalah sidang perkara Nomor 45, 56, 69, 75, dan 81/PUU-XXIII/2025: Mendengar keterangan ahli dan saksi Presiden. https://s.mkri.id/public/content/persidangan/risalah/12951_Risalah-pdf_PERKARA%20NOMOR%2045.56.69.75,%20dan%2081.PUU-XXIII.2025%20tgl.%2028%20Juli%202025.pdf

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2025e, 17 September). Uji formil UU TNI kandas, empat hakim konstitusi berpendapat berbeda. https://www.mkri.id/berita/uji-formil-uu-tni-kandas,-empat-hakim-konstitusi-berpendapat-berbeda-23784

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. (2007, 13 September). United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples (A/RES/61/295). https://www.un.org/development/desa/indigenouspeoples/wp-content/uploads/sites/19/2018/11/UNDRIP_E_web.pdf

Malinda, R. (2022). Torang semua ini hanya jadi penonton: Lumbung pangan dan riwayat kegagalannya di tanah Marind. Yayasan Pusaka Bentala Rakyat dan Perkumpulan Petrus Vertenten MSC Papua.

Mietzner, M. (2021). Sources of resistance to democratic decline: Indonesian civil society and its trials. Democratization, 28(1), 161–178. https://doi.org/10.1080/13510347.2020.1796649

Muttaqin, E. Z., & Hikam, S. (2024). Konsep meaningful participation dalam proses legislasi di Indonesia pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Amnesti: Jurnal Hukum, 6(1), 62–80. https://doi.org/10.37729/amnesti.v6i1.4091

Nederhand, J., & Edelenbos, J. (2023). Legitimate public participation: A Q methodology on the views of politicians. Public Administration Review, 83(3), 522–536. https://doi.org/10.1111/puar.13556

Perutusan Tetap Republik Indonesia. (2025, 6 Mei). Government response to joint communication AL IDN 1/2025 transmitted through Note No. 61/POL-II/V/2025. https://spcommreports.ohchr.org/TMResultsBase/DownLoadFile?gId=38999

Power, T. P. (2018). Jokowi’s authoritarian turn and Indonesia’s democratic decline. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 54(3), 307–338. https://doi.org/10.1080/00074918.2018.1549918

Pratama, N. A. (2022). Meaningful participation sebagai upaya kompromi idee des recht pasca Putusan MK No. 91/PUU-XVIII/2020. CREPIDO, 4(2), 137–147. https://doi.org/10.14710/crepido.4.2.137-147

Prosedur Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa. (2025, 7 Maret). Joint communication to Indonesia, reference AL IDN 1/2025. https://spcommreports.ohchr.org/TMResultsBase/DownLoadPublicCommunicationFile?gId=29741

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. (2025, 17 Maret). Pembahasan RUU Revisi UU TNI sudah bermasalah sejak awal: Hentikan sekarang juga. https://www.pshk.or.id/publikasi/siaran-pers/pembahasan-ruu-revisi-uu-tni-sudah-bermasalah-sejak-awal-hentikan-sekarang-juga/

Scheppele, K. L. (2018). Autocratic legalism. University of Chicago Law Review, 85(2), 545–583.

Schmidt, V. A. (2008). Discursive institutionalism: The explanatory power of ideas and discourse. Annual Review of Political Science, 11, 303–326.

Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2024a, 5 Desember). Presiden Prabowo terima perwakilan DPR RI bahas rencana kenaikan tarif PPN 12 persen. https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_terima_perwakilan_dpr_ri_bahas_rencana_kenaikan_tarif_ppn_12_persen

Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2024b, 31 Desember). Keterangan pers Presiden tentang pajak pertambahan nilai 12 persen dikenakan hanya terhadap barang dan jasa mewah. https://www.setneg.go.id/baca/index/keterangan_pers_presiden_tentang_pajak_pertambahan_nilai_ppn_12_persen_dikenakan_hanya_terhadap_barang_dan_jasa_mewah

Suchman, M. C. (1995). Managing legitimacy: Strategic and institutional approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571–610.

van Leeuwen, T. (2007). Legitimation in discourse and communication. Discourse & Communication, 1(1), 91–112. https://doi.org/10.1177/1750481307071986

van Leeuwen, T., & Wodak, R. (1999). Legitimizing immigration control: A discourse-historical analysis. Discourse Studies, 1(1), 83–118.

Warburton, E., & Aspinall, E. (2019). Explaining Indonesia’s democratic regression: Structure, agency and popular opinion. Contemporary Southeast Asia, 41(2), 255–285.

Yayasan Masyarakat Kehutanan Lestari. (2025, 17 Maret). Siaran pers: Dari Merauke, masyarakat terdampak PSN tolak perampasan tanah dan ruang hidup. https://ymkl.or.id/siaran-pers-dari-merauke-masyarakat-terdampak-psn-tolak-perampasan-tanah-dan-ruang-hidup/

Yayasan Pusaka Bentala Rakyat. (2024). Proyek Strategis Nasional pengembangan pangan dan energi di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Zakaria, R. Y., Kleden, E. O., & Franky, Y. L. (2011). MIFEE: Tak terjangkau angan Malind. Yayasan Pusaka.